PENENTUAN ARAH KIBLAT DENGAN METODE SEGITIGA BOLA



Posisi Geografis
Setiap lokasi di permukaan bumi ditentukan oleh dua bilangan yang menunjukkan koordinat atau posisinya. Koordinat posisi ini masing-masing disebut Latitude (Lintang) dan Longitude (Bujur). Sesungguhnya angka koordinat ini merupakan angka sudut yang diukur dari pusat bumi sampai permukaannya. Acuan pengukuran dari suatu tempat yang merupakan perpotongan antara garis Ekuator dengan Garis Prime Meridian yang melewati kota Greenwich Inggris. Titik ini berada di Laut Atlantik kira-kira 500 km di Selatan Kota Accra Republik Ghana, Afrika.
Satuan koordinat lokasi dinyatakan dengan derajat, menit busur dan detik busur dan disimbolkan dengan (°, ', ") misalnya 110° 47’ 9” dibaca 110 derajat 47 menit 9 detik. Dimana 1° = 60’ = 3600”. Dan perlu diingat bahwa walaupun menggunakan kata menit dan detik namun ini adalah satuan sudut dan bukan satuan waktu. Latitude disimbolkan dengan huruf Yunani φ (phi) dan Longitude disimbolkan dengan λ (lamda). Latitude atau Lintang adalah garis vertikal yang menyatakan jarak sudut sebuah titik dari lintang nol derajat yaitu garis Ekuator. Lintang dibagi menjadi Lintang Utara (LU) nilainya positif (+) dan Lintang Selatan (LS) nilainya negatif (-) sedangkan Longitude atau Bujur adalah garis horisontal yang menyatakan jarak sudut sebuah titik dari bujur nol derajat yaitu garis Prime Meridian. Bujur dibagi menjadi Bujur Timur (BT) nilainya positif (+) dan Bujur Barat (BB) nilainya negatif   (-). Untuk standar internasional angka longitude dan latitude menggunakan kode arah kompas yaitu North (N), South(S), East (E) dan West (W). Misalnya wilayah Banda Aceh berada di Lintang 5°33′13″LU dan bujur 95°19′1,9″BT

Ilmu Ukur Segitiga Bola
Ilmu ukur segitiga bola atau disebut juga dengan istilah trigonometri bola (spherical trigonometri) adalah ilmu ukur sudut bidang datar yang diaplikasikan pada permukaan berbentuk bola yaitu bumi yang kita tempati. Ilmu ini pertama kali dikembangkan para ilmuwan muslim dari Jazirah Arab seperti Al Battani dan Al Khawarizmi dan terus berkembang hingga kini menjadi sebuah ilmu yang mendapat julukan Geodesi. Segitiga bola menjadi ilmu andalan tidak hanya untuk menghitung arah kiblat bahkan termasuk  arah lurus dua buah tempat di permukaan bumi. Sebagaimana sudah disepakati secara umum bahwa yang disebut arah adalah “jarak terpendek” berupa garis lurus ke suatu tempat, sehingga arah kiblat juga menunjukkan arah jarak terpendek ke Ka’bah. Karena bentuk bumi yang bulat, garis ini membentuk busur besar sepanjang permukaan bumi. Lokasi Ka’bah berdasarkan pengukuran menggunakan Global Positioning System (GPS) maupun menggunakan software Google Earth secara astronomis berada di 21° 25' 21.04" Lintang Utara dan 39° 49' 34.04" Bujur Timur. Angka tersebut dibuat dengan ketelitian cukup tinggi. 


Arah Kiblat umat muslim dunia yang menghadap ke bangunan Ka’bah di kota Makkah dapat diketahui dari setiap titik di permukaan bumi. Cara menentukan arah kiblat dapat dilakukan dengan menggunakan Ilmu Ukur Segitiga Bola (Spherical Trigonometri). Penghitungan dan pengukuran dilakukan dengan derajat sudut dari titik kutub utara, dengan menggunakan alat bantu mesin hitung atau kalkulator.
Untuk perhitungan arah kiblat, ada 3 buah titik yang harus ditentukan, yaitu :
·        Titik A, diletakkan di Ka’bah (Mekah)
·        Titik B, diletakkan di lokasi yang akan ditentukan arah kiblatnya.
·        Titik C, diletakkan di titik kutub utara.

Titik A dan titik C adalah dua titik yang tetap, karena titik A tepat di Ka’bah dan titik C tepat di kutub utara sedangkan titik B senantiasa berubah tergantung lokasi mana yang akan dihitung arah kiblatnya. Bila ketiga titik tersebut dihubungkan dengan garis lengkung permukaan bumi, maka terjadilah segitiga bola ABC berikut: Ketiga sisi segitiga ABC diberi nama dengan huruf kecil dengan nama sudut di depannya masing-masing sisi a, sisi b dan sisi c.

Dari gambar di atas, dapatlah diketahui bahwa yang dimaksud dengan perhitungan arah kiblat adalah suatu perhitungan untuk mengetahui berapa besar nilai sudut Kiblat di titik B, yakni sudut yang diapit oleh sisi a dan sisi c. Pembuatan gambar segitiga bola seperti di atas sangat berguna untuk membantu menentukan nilai sudut arah kiblat bagi suatu tempat dipermukaan bumi ini dihitung/diukur dari suatu titik arah mata angin ke arah mata angin lainnya, misalnya diukur dari titik Utara ke Barat (U-B), atau diukur searah jarum jam dari titik Utara-Timur-Selatan-Barat (UTSB).

LANGKAH-LANGKAH PERHITUNGAN PENGUKURAN KIBLAT DENGAN ILMU UKUR SEGITIGA BOLA (SPIRAL TRIGONOMETRI)
Untuk mengukur arah kiblat dengan ilmu ukur segitiga bola dibutuhkan empat data utama yaitu:
1.         Lintang Ka’bah
2.         Bujur Ka’bah
3.         Lintang Tempat
4.         Bujur Tempat

CONTOH PERHITUNGAN ARAH QIBLAT UNTUK KOTA BANDA ACEH

Langkah I
Siapkan data pengukuran

1.       Lintang B. Aceh        :  50 33 19”
2.       Bujur B. Aceh            : 950 19 1,9”
3.       Lintang Ka’bah         : 210 25’ 21,4”
4.       Bujur Ka’bah             : 390 49’ 34,04”
Catatan : data pengukuran lintang dan bujur ka’bah tetap, sedangkan data lintang dan bujur tempat dapat diperoleh dengan GPS

Langkah II
carilah sisi dan  sudutnya terlebih dahulu :

Sisi a   = 900lintang tempat
= 900 50 33 19”
= 84° 26' 41"

Sisi b   = 900lintang Ka’bah
= 90021° 25' 21.4"
= 68° 34' 38.6"

Sudut C= Bujur setempat – Bujur Ka’bah
              =  950 19 1,9” 39° 49' 34.04"
= 55° 29' 27.86"

Langkah III
selanjutnya cari arah kiblatnya dengan rumus :

Cotan B=  Cotan b x  Sin a  :  Sin C   _  Cos a x Cotan C
B           = Shift tan (1: ( Cotan b x  Sin a  :  Sin C   _  Cos a x Cotan C ))

=  Cotan 68° 34' 38.6"  x  Sin  84° 26' 41" :  sin 55° 29' 27.86" - Cos 84° 26' 41" x
    Cotan  55° 29' 27.86"

              =  670 5012,93 adalah arah kiblat dari Utara ke Barat

Untuk arah kiblat dari Barat ke Utara (kanan) dapat di cari dengan :
900  -  hasil kiblat Utara ke Barat                           
900  -  670 5012,93                           
220 947,07 adalah arah kiblat dari Barat Ke Utara

Untuk Arah kiblat mengikuti arah kompas (azimuth kompas) dapat dicari dengan :
3600  -  hasil kiblat Utara ke Barat                           
3600  -  670 947,07
2920 947,07 adalah arah kiblat dari azimuth kompas searah dengan jarum jam

Catatan : setiap cotan”  pada kalkulator ditekan 1: tan

0 Response to "PENENTUAN ARAH KIBLAT DENGAN METODE SEGITIGA BOLA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel